Senin, 08 April 2013

About Paramore

Tahun terbentuk : 2004
Asal group : Franklin, Tennessee, USA
Terkenal sejak single "Misery Business" dari album "Riot!" (2007)
 BIOGRAFI

 Band yang berdiri sejak tahun 2004 ini sudah mengalami berapa kali pergantian personil. Sebut saja nama-nama yang dulu pernah “mengisi” Paramore: Jason Bynum, Hunter Lamb, John Hembree, Josh Farro, dan Zac Farro. Pernah berformasi sebanyak 5 orang di dalam band, 4 orang, hingga kini tinggal 3 orang saja. Namun mereka masih tetap berjaya. Siapa sajakah para personil yang tersisa dari Paramore?
Yang pertama adalah Hayley Nichole Williams. Pada saat umurnya 13 tahun, perceraian orangtuanya membuat ia pindah meninggalkan kota kelahirannya, Mississippi, dan pindah ke Nashville, Tenesse. Di Nashville inilah ia bertemu dengan Josh dan Zac Farro yang mengajaknya untuk ngeband bareng. Hayley adalah satu-satunya personil cewek di band ini. Suara dan aksi panggungnya yang sangat enerjik bikin cewek kelahiran 27 Desember 1988 ini jadi menarik perhatian. Hayley doyan banget headbang, lompat-lompat, dan lari ke sana ke sini di atas panggung. Apalagi gaya dan warna rambutnya yang selalu berubah-ubah mulai dari merah, kuning cerah, orange, blonde, sampai warna pink pernah dicobanya. Nggak cuma nyanyi aja, cewek ini juga jago main alat musik seperti gitar, bass, drum, dan keyboard. Pada saat awal bergabung dengan band, Hayley sering bergaya tomboy. Tapi lambat laun sisi wanitanya semakin terlihat dengan sering memakai make up, high heels, dan dress untuk acara-acara di luar panggung. Tapi kalau di atas panggung sneakers dan boots Doc Marten adalah andalannya. Kalau soal bikin lagu, Hayley ini jagonya nulis lirik. Digabung dengan dengan musik yang dibuat Josh, mereka bagaikan duo pencipta lagu untuk Paramore. Tapi itu dulu, setelah Josh keluar, ia bekerja sama dengan Taylor York untuk menciptakan lagu-lagu baru. Buat yang ngefans Hayley, sayangnya statusnya udah taken. Dia pacaran sama Chad Gilbert, gitaris New Found Glory, sejak tahun 2009.
Kedua, Jeremy Clayton Davis. Jeremy gabung dengan Paramore karena diajak oleh Hayley. Awalnya mereka berdua ngeband bareng di band yang beraliran funk. Cowok yang selalu terlihat brewokan ini lahir pada 8 Februari 1985. Jeremy sempat keluar dari Paramore di tahun 2004. Posisinya sempat digantikan oleh John Hembree, namun kemudian Hayley mengajak Jeremy untuk gabung lagi dengan Paramore. Lagu All We Know dari album pertama Paramore, All We Know Is Falling, adalah lagu yang mereka buat tentang kepergian Jeremy dari band. Jeremy dikenal sebagai yang paling dekat dengan Hayley, hubungan mereka sudah seperti saudara. Dia protektif terhadap Hayley, karena dulu orangtua Hayley memintanya untuk menjaga Hayley. Cowok ini terkenal dengan aksi panggung flip-nya sambil memainkan bass saat lagu Pressure. Di mana pada chorus terakhir, dia akan melakukan flip seorang diri, kemudian dia melakukan flip lagi melompati punggung Josh, tentu saja posisi Josh sekarang digantikan oleh Taylor. Jeremy juga sama seperti Hayley, berstatus taken. Pacar Jeremy adalah seorang presenter televisi asal Inggris, bernama Kathryn Camsey.

Yang ketiga adalah Taylor Benjamin York. Dia adalah personil termuda, lahir pada 17 Desember 1989. Di awal terbentuknya Paramore, mereka pernah berlatih di basement rumah Taylor. Namun karena ingin menyelesaikan sekolahnya, ia tidak langsung bergabung dengan band ini. Saat Paramore dalam proses pembuatan album kedua, Riot!, formasi Paramore pada saat itu hanya ada Hayley, Josh, Jeremy, dan Zac. Josh kesulitan untuk melakukan tugas sebagai lead guitarist dan rhythm guitarist sekaligus. Maka pada tahun 2007, masuklah Taylor York sebagai additional player yang bertugas sebagai rhythm guitarist dan pemain keyboard saat penampilan live mereka. Taylor menjadi official member Paramore pada Juni 2009. Ternyata nggak hanya gitar alat musik yang bisa dimainkan Taylor. Dia juga jago main glockenspiel seperti yang bisa kita dengar di lagu Where The Lines Overlap dari album ketiga mereka, brand new eyes. Selain itu Taylor juga bisa merangkap menjadi drummer lho. Pada tur promo album ketiga, Taylor memainkan alat musik pukul ini untuk lagu pembuka tur mereka, mengiringi Zac Farro. Bisa kita dengar juga gebukan drum Taylor di hits terbaru mereka, Monster. Taylor juga banyak membantu penulisan lagu untuk album brand new eyes. Taylor juga yang akan membuat musik untuk lagu-lagu baru yang akan mereka rekam nantinya untuk album keempat. Multi-talented banget kan, si Taylor ini? Nggak heran kalau sekarang fans ceweknya tambah banyak. Apalagi dia satu-satunya personil yang masih single!

Berikut biodata personil paramore yang SEKARANG

HAYLEY WILLIAMS
Name : Hayley Nichole Williams
Nickname : hayles , sponge, spongebob
Date of birth : 1988 december 27
Birthplace : Meridian, Mississippi.
Religion : Christian
Nationality : United States
Occupation : Singer (vocalist in paramore)
Star Sign : Capricorn
Height : 5' 1" (155 cm)
Eye Color : Hazel (green)
Hair Color : Red (Her actual hair color is blonde)
Favorite food : - BBQ
- Salmon and tuna sashimi
- All foods involving lots of cheese , etc .
Favorite song : "For A Pessimist, I'm Pretty Optimistic"
Favorite place : Nashville, TN, anywhere in California, Tokyo,
Japan, or Brisbane and Melbourne, Australia 

JEREMY DAVIS
Name : Jeremy Clayton Davis
Nickname : Jer Bear, Jerms, Lace, Worm, Pemmie, Schzimmy Deenie
DOB : February 8, 1985
Place of birth :
North Little Rock, Arkansas
Religion :
Christian
Occupation : bassist in paramore (bass guitar)
Height : 5'11
Eye color : Hazel
First band : Paramore
Hobby : working on cars
Background in music :Been playing bass for about

TAYLOR YORK
Name : Taylor Benjamin York
Nickname : T, tay
DOB : December 17, 1989
Place of birth : Nashville, Tennessee.
Religion : Christian
Occupation : guitarist in paramore (rhythm guitar)Interests : Jesus, Family, Friends, Music, Bike Rides, Bon Fires, BBQ's, Front Porches, Roofs, Tea and Coffee, Garden Gnomes, Fall, Cereal, Muffins, Real Tree Camo, Febreze, The color combination blue and green, Eating cereal with Zac
Favorite Songs : For Me This Is Heaven - Jimmy Eat World, 747 - Kent, Hyperballad - Bjork, Le Matin - Yann Tiersen, Street Spirit [Fade Out] - Radiohead, Green Grass Of Tunnel - Mum


10 Mitos Tentang Aliran "METAL" yang Salah Kaprah



Begitu banyak kesalahpahaman pandangan dan persepsi orang tentang aliran metal, dan dengan hal itu adalah cukup sebagai alasan untuk membuat orang lebih tahu tentang betapa mereka salah menilai tentang aliran metal
Dan berikut ini adalah 10 mitos tentang "Metal" dan kebenaran yang sebenarnya ada, Harap dicatat bahwa ini bukan pendapat pribadi saya.

10. Heavy Metal
Mitos: Musik yang disebut "Heavy Metal"
Kita mulai dengan yang termudah dan populer. Kebanyakan orang menganggap bahwa nama musik yang terdengar dengan jeritan keras dan gitar yang sangat terdistorsi adalah "Heavy Metal".
Pada kenyataannya, Aliran Metal memiliki ratusan subgenre dan "Heavy Metal" bahkan nyaris bukan salah satu dari sub-aliran tersebut. Band-band seperti Cream, Led Zeppelin dan Black Sabbath membuka jalan bagi band-band metal dengan menciptakan suara yang unik. Tapi sementara band-band ini dapat disebut beraliran Heavy Metal, mayoritas menganggap sebagai non-metalheads, terutama orang-orang tua dan gadis remaja, merujuk kepada semua musik rock sebagai Heavy Metal. Hanya karena mereka tidak mengenal keragaman dalam genre musik.

9. Aliran Bar Bar
Mitos: musisi Metal adalah orang aneh tidak berpendidikan yang tidak bisa menyusun kalimat
Ini adalah persepsi Lain yang umum. Kebanyakan orang memandang lirik dan musik metal adalah sederhana dan terkesan bodoh.
Pada kenyataannya, musisi Metal adalah termsuk Musisi yang sangat cerdas, orang yang sangat fokus yang mampu menulis lirik dengan makna yang dalam dan musik. Sebagai contoh, Bathory band yang berasal black metal banyak musik mereka dari komposer klasik. Dan lirik metal yang paling melek secara mengejutkan.

8. Aliran Anti-Agama
Mitos: Semua Aliran Metal Anti-Religi
Pad sebagian besar pendapat dari Non-metalhead, band - band metal menganggap agama layak dibenci (antipati pada agama)tapi itu bukan kasus yang terjadi pada aliran metal .
Dalam kebanyakan kasus, Metal tidak anti-agama secara umum, tetapi sering melawan kekristenan atau bentuk Kekristenan.
Namun, banyak juga seniman metal yang religius, seperti band Metalcore Amerika As I Lay Dying, atau David Dramian dari Disturbed. yang cukup mendekati adalah Agama tidak begitu disukai di dalam Metal, namun juga tidak dibenci… Meskipun ada pengecualian untuk semua peraturan ...

7. Pemuja Setan
Mitos: Metal mempromosikan Setanisme
Genre musik yang mempunyai banyak fitur tema dan citra setan disebut Black Metal, yang berasal dari Venom's thrash album; Black Metal.
Meskipun beberapa dari death metal dan thrash metal, seperti Slayer, Cannibal Corpse dan Morbid Angel menggunakan fitur Setanisme ,namun sangat sedikit musisi black metal yang benar-benar memiliki keyakinan setan, dan orang-orang yang cenderung untuk mencoba tidak mempromosikannya.

6. Identik dengan Kriminal
Mitos: Metal mempromosikan aktivitas kriminal, seperti pembunuhan
Sementara beberapa orang di komunitas metal telah ditangkap karena kejahatan dan pembunuhan, hanya satu kasus yang dominan,kasus Varg Vikernes . Kebanyakan band-band metal yang memiliki lirik kekerasan atau citra yang mengganggu telah dinyatakan bahwa konten mereka tidak untuk dianggap serius. Cannibal Corpse terutama, yang terkenal karena lirik mereka, yang sering menguraikan penggambaran lebih mengerikan tentang pembunuhan, kematian dan fetisisme seksual.

5. Aliran Seksisme
Mitos: Metal adalah seksis
Meskipun tampaknya bahwa banyak dari Metal, terutama di 80-an, dirancang untuk meremehkan seks dan wanita, sekarang masalah itu sudah jauh berkurang. Dan banyak band, khususnya dalam genre Black, Grind dan Doom Metal menghindari topik seks sepenuhnya.

4. Fasis

Mitos: musisi Metal kebanyakan fasis, rasis atau mempunyai pandangan neo-Nazi

Saat banyak musisi yang mengatakan mereka percaya ras atau kelompok etnis tertentu lebih baik atau lebih buruk daripada yang lain, dan saat beberapa diantaranya memiliki keyakinan yang sah, hal itu adalah yang paling umum sebagai bagian dari penampilan di panggung.
Sebuah contoh yang baik dari ini adalah mantan vokalis Gorgoroth Gaahl, yang tidak hanya homoseksual, tetapi juga dinyatakan memiliki pandangan rasis, tetapi dia tidak serius tentang hal-hal tersebut dan mencoba untuk tidak mengungkapkannya secara terbuka.

3. Pengaruh Buruk Untuk Anak-anak
Mitos: Musik Metal buruk bagi anak-anak

Banyak musik metal berorientasi terhadap anak-anak dan remaja sebagai cara yang santai untuk mengatasi stres daripada menggunakan cara lain yang tersedia.

Meskipun orang mungkin mengatakan kepada Anda bahwa metal meracuni pikiran anak-anak kita, perlu diingat bahwa orang-orang tersebut umumnya sangat berpikiran tertutup dan tidak mengerti sepenuhnya tentang Metal.

2. Musisi Tak berbakat
Mitos: Metal tidak membutuhkan Skill Bermusik untuk memainkannya

Setiap profesional akan memberitahu Anda bahwa Metal dan jazz adalah dua genre musik yang paling sulit untuk dimainkan.
Dan sementara kedengarannya musisi thrash metal hanya bersembunyi di balik distorsi, riff cepat dan perkusi ekstrim yang hampir selalu 100% asli, tanpa menggunakan efek disintesis musik.
namun ada juga ubgenre musik yang cenderung untuk mengedit musik digital mereka seperti metalcore, industrial dan grind. Dan yang lainnya hampir semuanya murni

1. Hanya Bisa Teriak
Mitos: vokal musisi metal hanya menjerit

Jika Anda suka metal, Anda mungkin pernah mendengar seseorang berkata, "Wah,tidak biskah dia menyanyi dengan benar?" Ini benar-benar mengganggu metalheads karena kenyataannya menjadi vokalis metal sangat sulit.
Dan meski itu tampaknya seperti mudah, vokal Metal sangat beragam, dari menggeram, dengan berteriak, menjerit,berteriak dan segala sesuatu di antaranya. Lain kali seseorang mengatakan vokalis metal itu bukan menyanyi, anda bisa menjawab sederhana, "vokalis Itu hanya tampil berbeda."(The Black Frost)

creed

  • detail berita



the winter's

Ini cerita tentang the winter's...
band yang terbentuk karna gw gak sengaja temenan sama mereka semua..
Awal cerita sich di mulai dari kampus tercinta UNIVERSITAS KEJUANGAN '45, disitu gw kenalan sama jank's lumut
...temen kampus yang baik banget,perhatian sama temen dan dia punya semangat yang tinggi..mulai cerita-cerita ternyata hobby gw dan dia sama yaitu Nge-Band....nah jank's sebagai pemain gitar sekaligus nyanyi...
Personil kedua yang gw kenal,,,namanya xaverius dachi..panggilannya very,,,
orang perantauan dari nias selatan..orang yang baik,perhatian banget sama wanita (terutama gw..hehehehe...) pokoknya dia itu baik banget deh..emang sich kadang-kadang galak tapi di balik itu semua karna dia perhatian..(wah..curcol nii...:D) yah..gitu deh...dia jago banget main gitarnya,,nge-lead-nya itu lhooo...mantap deh...bisa di bilang sebagian hidupnya itu hanya untuk bermusik...
Nah..selanjutnya gw berkenalan sama si rocker Zurya,,,
tepatnya kenal dia di kampus,di kenalin sama jank's,dia perantauan juga dari gorontalo,cie endud ini orangnya lucu,,,gw selalu bercanda sama dia...gaya rockernya gak ilang walaupun lagi ngeband bawain lagu pop..hahahahaa
Dan yang terakhir...si abang chomenk khereeen...
nah si abang yang satu ini emang mental banget kenalnya...ini temennya jank's..tapi orangnya baik banget,terus lucu juga,,,menghibur banget deh...
Nah dari situ iseng2 ngeband deh...gak punya nama band,,,huffttt setelah di pikir-pikir..okelah deal......THE WINTER'S menghiasi catatan pemain band di buku catatan studio 'bang abbas' (tempat biasa qta ngeband).
Nah begitu deh cerita singkat tentang THE WINTER'S....







perjuangan sang ibu

Dua puluh tujuh tahun Marasai hanya dapat tergolek di tempat tidurnya. Kelainan genetik berupa kerapuhan tulang (osteogenesis imperfecta/OI), membuat kehidupannya marasai (sengsara, red) sesuai namanya.

Namun kini Marasai tak lagi marasai. Selain ada Suradi (48), sang suami yang setia menemaninya, kini dia pun sudah dianugerahi buah hati.


Marasai didampingi suami (suradi)

Jarum jam baru saja menunjukkan pukul 11.00 WIB, hiruk-pikuk di RSUP M Djamil Padang berjalan seperti biasanya. Di salah satu ruangan perawatan, terlihat seorang wanita setinggi 97 Cm meter tergolek lemah di tempat tidurnya.

Beberapa selang terpasang di tubuh kecil itu. Sesekali terdengar rintihan keluar dari mulutnya. Dia merasakan lapar amat kepalang. Namun petugas medis berada dekatnya, seakan mengacuhkan rintihan itu.

Sang petugas bukannya mengacuhkan, tapi wanita itu memang belumlah boleh makan dan harus puasa usai menjalani operasi. Biar begitu, sang wanita munggil itu tetap ngotot. Dia pun meminta petugas mengizinkannya makan buah-buahan. Tapi, petugas itu tetap menggeleng.

Wanita mungil itu tak lain bernama Marasai, pasien mengalami kerapuhan tulang (osteogenesis imperfecta/OI) yang baru saja melahirkan.

Kepada Padang Ekspres (Riau Pos Group/RPG) begitu panggilannya mengaku sangat berbahagia. Sesosok bayi laki-laki baru saja lahir dari rahimnya.

Dituturkannya, selama 27 tahun dia hanya terbaring di tempat tidurnya. Dia hanya mengandalkan belas kasihan orang-orang bersedia merawatnya.

Terkadang akibat kesibukan keluarganya, dia terkadang diabaikan. Biar begitu dia tak lupa berdoa pada Tuhan, agar suatu saat mendapat anugerah.

Akhirnya Tuhan mengabulkan doanya. Dia ingat betul ketika tiba-tiba handphone-nya berdering. Sewaktu mengangkatnya, dia mendengar suara laki-laki di dalam handphone-nya. Berawal dari situlah, perkenalan Marasai dengan suaminya, Suradi.

Berawal komunikasi lewat handphone, akhirnya benih-benih cinta pun hadir di hati Marasai dan Suradi. Sampai akhirnya, pasangan sejoli ini janjian ketemu.

‘’Suami saya waktu itu sedang mengacak-ngacak nomor. Entah sebuah kebetulan atau sudah ketentuan Allah, akhirnya nomor saya terpencet. Tanggal 29 Mei 2012 kami ketemu, dan 8 Juni kami menikah,’’ ujarnya.

Saat pertama kali bertemu, wanita asal Sangir Kabupaten Solok Selatan itu sempat minder akan kondisi dirinya. Apalagi mengetahui laki-laki yang dikenalnya lewat handphone itu normal.

‘’Alhamdulillah, ternyata dia mau menerima kekurangan dan kelebihan saya. Dia jujur dan saya juga jujur kala pertemuan itu. Sampai akhirnya, dia melamar dan menikahi saya,’’ ucapnya sembari tersenyum.

Sebulan usai menikah, Marasai dinyatakan positif hamil. Waktu itu, alangkah bahagianya pasangan bertaut usia ini. ‘’Saya sangat bahagia, tak pernah terlintas dalam pikiran saya bisa memiliki anak dengan kondisi seperti ini,’’ ucapnya.

Nama Marasai diberikan orangtuanya, karena hidup keluarganya susah. Dalam bahasa Minang, Marasai artinya sengsara. ‘’Saya beruntung memiliki suami seperti abang. Dia mau menerima saya apa adanya,’’ ucapnya.

Kedatangannya ke RSUP M Djamil Padang, awalnya bukan untuk melahirkan mengingat usia kandungannya belum cukup umur (baru enam bulan). Waktu itu, Marasai merasakan sakit perut tak tertahankan. Saking tak tertahankannya, akhirnya tim medis memutuskan agar proses persalinan segera dilakukan.

‘’Alhamdulillah, saya melahirkan dengan selamat. Sampai hari ini, saya belum tahu bagaimana wajah anak saya. Saya baru dengar suaranya saja,’’ ucapnya.

Marasai juga belum memberikan nama untuk putra pertamanya tersebut. Sekarang, dia bersama sang suami masih mencari nama yang cocok buat anaknya dari Alquran. ‘’Anak saya belum ada namanya, saya masih mencari nama buatnya,’’ ucapnya.

Suradi sejak awal menemani sang istri mengaku, perkenalannya dengan Marasai memang tak sengaja. Kala pertama kali bertemu Marasai, hatinya merasa tergugah melihat penderitaan Marasai.

Saat itulah muncul keinginan dalam hatinya untuk menjaga dan merawat Marasai. Dia tak ingin Marasai terus marasai.

‘’Saya menikahinya bukan karena nafsu. Beda usia kami memang terpaut jauh. Saat ini umur saya sudah 48 tahun, sedangkan istri saya baru 27 tahun. Saya tak tega melihat dia tak ada yang mengurus. Bahkan sampai pukul 15.00 WIB pun, dia belum ada memberikan makanan. Di situlah hati saya tergugah,’’ katanya.

Suradi mengaku tak ada rasa penyesalan sedikit pun dalam hatinya menikahi Marasai. Dia tulus mencintai Marasai atas segala kekurangan dan kelebihan.

‘’Saya tak menyesal telah memilihnya sebagai istri. Justru saya sangat sayang padanya. Saya aslinya berasal dari Jawa yakni dari Malang. Sekarang tak terlintas lagi dalam pikiran saya kembali ke Jawa dan meninggalkan Marasai,’’ ucapnya.

Awalnya Suradi tinggal di Sungairumbai, namun sejak menikah dengan Marasai, dia tinggal di Sangir Solok Selatan. Sehari-hari dia bekerja sebagai pemotong getah.

Sebelum berangkat kerja, dia terlebih dahulu memasak, mencuci pakaian, membersihkan rumah, memandikan dan menyuapkan Marasai. Setelah itu, barulah dia berangkat ke ladang tak jauh dari tempat tinggalnya.

Dia sadar atas keterbatasan fisik Marasai, istrinya pastilah tidak akan dapat mengerjakan pekerjaan rumah tersebut. Itulah sebabnya, dia melakukan pekerjaan tersebut sendiri.

‘’Istri saya hanya bisa tergolek di tempat tidur. Jika mau ke mana-mana, saya membawanya menggunakan papan. Kalau tak hati-hati membawanya, maka tulang belakangnya bisa patah. Makanya, harus hati-hati sekali mengangkatnya,’’ tuturnya.

Saat Allah menganugerahi dia dan Marasai seorang anak laki-laki, dia merasa sangat bahagia. Namun, dia tak tega saat melihat begitu banyak selang dipasang di tubuh istrinya.


Saat setelah melahirkan

‘’Banyak sekali selang dipasang di badannya. Sudah seperti robot saja. Tak tega saya melihat istri saya begitu,’’ tuturnya. ‘’Biar begitu, saya sangat bahagia bisa memiliki mereka. Kehadiran mereka berdua adalah anugerah terindah dalam hidup saya,’’ ucapnya.

Marasai melahirkan bayi dengan berat 750 gram, panjang 34 Cm berjenis kelamin laki-laki. Berat badan bayi Marasai memang amat rendah.


Bayi mungil marasai

Idealnya berat badan lahir itu 3 Kg. Bayi lahir dengan ibu menderita OI, maka kemungkinan dia menderita OI sebanyak 50 persen. Semoga saja besar nanti si bayi bisa membahagiakan orang tuanya yang begitu berat berjuang untuk kelahirannya. amin